Berlangganan Kartu HALO

Nomor Antrian GraPARI Telkomsel

SMS Box milik puskom pusat “mati”, karena tidak ada biaya operasional. Otomatis akses mengirim SMS tidak ada. Kabag TU mendesak saya agar fakultas memiliki SMS Box sendiri. Saya sarankan untuk beli saja, produk yang saat itu saya tawarkan adalah GampSMS. Namun karena terkendala masalah keuangan tidak jadi beli software tersebut. Tawaran kedua saya adalah menggunakan smartphone berbasis Android, yang bisa kirim SMS ke banyak penerima. Tapi saya akhirnya menarik tawaran tersebut dengan mempertimbangkan faktor keuangan, aksesbilitas, dan kenyamanan.

Setelah sekian bulan berjalan, saya putuskan untuk membangun SMS Box sendiri dengan menggunakan anggaran yang minim. Langkah pertama yang harus saya lakukan adalah mencari informasi tentang layanan operator yang tagihannya bisa dibayar oleh keuangan instansi. Maka, saya bersama Kabag TU dan seorang rekan datang ke GraPARI Telkomsel Malang.

Setelah mengambil (diambilkan tepatnya :)) nomor antrian, saya dihadapkan kepada salah seorang CS yang mengurusi tentang pemasangan Kartu HALO baru. Setelah saya jelaskan maksud pembuatan Kartu HALO, saya mendapatkan informasi bahwa kartu dan tagihan yang dibebankan atas nama instansi. Namun, harus membawa persyaratan berupa kopi KTP pengurus (Kabag TU yang saya rekomendasikan :)), surat keterangan kerja di instansi atau kartu pengenal kerja di instansi, dan yang terakhir surat keterangan bahwa semua tagihan akan dibebankan kepada instansi.

Ternyata saya harus balik lagi pada tiga hari kemudian setelah dibuatkan surat keterangan sebagai persyaratan membuka kartu HALO untuk instansi. Sampai disana, disuruh ke lantai 2 menemui mbak (lupa namanya :)) yang mengurusi bagian corporate. Kami ditawari untuk menggunakan layanan Telkomsel Web to SMS yang khusus untuk nomor Telkomsel. Saya pikir mudah untuk menggunakan itu karena tidak perlu bangun sistem sendiri tinggal login dan biaya SMS lebih murah. Tapi karena nomor warga fakultas yang beragam, tidak hanya Telkomsel, ada yang Indosat, XL, dan lainnya, kami tidak menerima tawaran itu. Kami tetap akan menggunakan kartu HALO dan akan membangun SMS Box sendiri.

Perdana Kartu HALO
Perdana Kartu HALO

Selang beberapa hari datanglah pihak Telkomsel ke kantor Fakultas dengan membawa berkas pendaftaran dan seyogyanya juga membawa kartu perdana. Tapi karena saya sebelumnya ditelpon dan saya konfirmasi bahwa kartu tersebut atas nama instansi, kartu tidak bisa dibawa hari itu juga. Kartu baru dikirimkan lagi pada 2 hari berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *