Perjalanan (Dinas) ke Bogor

Selasa (18/8) lalu saya diajak pengelola jurnal LiNGUA menghadiri undangan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Dikti dalam rangka sosialisasi hibah bantuan jurnal. Ya, jurnal LiNGUA termasuk salah satu jurnal di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang akan mengajukan permohonan hibah bantuan yang akan diberikan oleh Dikti. Padahal sebelumnya saya yang mendaftarkan LiNGUA untuk hibah tersebut merasa pesimis karena gagal ketika submit ke sistem pendaftaran hibah secara online hingga batas waktu yang ditentukan. Namun ternyata pendaftaran tersebut diperpanjang sementara pihak LiNGUA sebagai pendaftar tidak mengetahui.

Undangan ini saya rasa agak mendadak untuk sebuah perjalanan dinas. Jumat (14/8) siang saya diberitahu Dr. Halimi selaku pengelola jurnal yang menerima undangan itu. Sementara pada hari itu juga ada acara Sosialisasi Penyerapan Anggaran di Fakultas dan pembahasan SOP untuk Bagian Administrasi. Persiapan yang dibutuhkan untuk memenuhi undangan tersebut adalah Surat Perjalanan Dinas dan Surat Tugas, serta tentunya tiket kendaraan. Singkat cerita, saya langsung putuskan untuk mencari tiket pesawat melalui pemesanan tiket online Traveloka setelah sebelumnya sempat bingung mau menggunakan kendaraan apa. Setelah pemesanan tiket untuk 2 orang dewasa berhasil, saya merasa cukup lega. Tiket yang kami dapatkan adalah untuk penerbangan menggunakan Sriwijaya Air, Selasa (18/8) pukul 08.40 WIB dari Bandara Abdurrahman Saleh Malang.

Selasa (18/8) pagi sekitar pukul 07.30 WIB saya bersama Dr. Halimi berangkat dari kampus menggunakan taksi ke Bandara. Tiba di bandara setelah 45 menit kemudian, cukup lama karena taksinya sempat kebablasan ke arah terminal Arjosari :). Dari jadwal keberangkatan pukul 08.40 WIB ternyata pesawat delay cukup lama sekitar 1 jam. Beruntung ketemu dengan Prof. Imam Suprayogo di ruang tunggu bandara, sehingga bisa berbicara dan mendapatkan ide banyak dari beliau, meski yang melakukan itu adalah Dr. Halimi hehe :).

Akhirnya pesawat yang akan membawa kami ke bandara Soekarno Hatta Cengkareng datang juga. Cukup lama delaynya, padahal rencana kami bisa sampai di sana sekitar pukul 10.00 WIB agar bisa sampai ke Bogor mengikuti acara tepat pukul 12.00 WIB. Tapi kami terlambat, sekitar pukul 11.30 WIB kami masih berada di Bandara Soekarno Hatta menunggu bus DAMRI yang akan membawa kami ke Bogor. Setelah perjalan sekitar 2 jam akhirnya kami sampai di Terminal DAMRI Bogor (lupa namanya hehe 🙂 pokoknya dekat kampus IPB). Perjalanan kami lanjutkan dengan sewa taksi plat hitam menuju lokasi acara di Hotel Mirah Bogor. Sekitar pukul 13.30 WIB kami tiba di lokasi dan acara telah dimulai.

Setelah mengisi daftar hadir dan menyerahkan SPD ke panitia, kami langsung masuk ruang acara untuk mengikuti arahan dari panitia. Lupa belum makan siang, kami langsung menuju ruang makan untuk makan siang. Memang sedari awal kami tidak menerima jadwal acara. Yang kami ketahui acara besarnya adalah Penjelasan Teknis Hibah Tata Kelola Jurnal Elektronik sesuai perihal yang tertera pada surat undangan. Benar saja, acara yang ada saat itu adalah mengoreksi usulan permohonan hibah jurnal yang telah kami usulkan beberapa waktu sebelumnya.

Kami menanyakan kenapa usulan kami gagal disimpan untuk kemudian disubmit padahal semua kolom isian telah diisi. Kemungkinan besar memang sistemnya diperbaiki, dan setelah dikonsultasikan usulan permohonan kami berhasil disimpan, dan tinggal disubmit. Ternyata untuk submit usulan kami harus mengunduh form usulan tersebut kemudian dicetak untuk divalidasi dengan membubuhkan tanda tangan beserta stempel. Ini tidak mungkin dilakukan pada saat itu di lokasi acara, karena panitia tidak menyediakan printer dan scanner, dan peserta tidak membawa stempel lembaga masing-masing. Akhirnya panitia memutuskan untuk memperpanjang waktu sumbit usulan hingga 2 hari berikutnya setelah acara tersebut, tepatnya Jumat (21/8) ditambah dengan surat komitmen dari pimpinan lembaga untuk “mengurusi” jurnal. Tapi kami cukup puas meski belum bisa submit karena data usulan kami sudah lengkap dan sudah bisa disimpan dalam database.

Acara hari itu memang singkat, selain memperbaiki usulan hibah juga ada tanya jawab seputar hibah jurnal ini. Panitia memutuskan menutup kegiatan hari itu setelah disepakati semua peserta yang hadir. Namun, kami tidak langsung beranjak ke meja panitia untuk meminta SPD kami kembali, kami memanfaatkan kesempatan ini dengan menuju ke peserta lain dari UIN Jakarta yang mengelola jurnal Studia Islamika. Kami bertemu dengan salah satu pengelolanya yang pada intinya belajar kepada pengalaman pengelola Studia Islamika hingga berhasil menembus Scopus. Kegiatan hari itu kami akhiri dengan berpamitan dan sholat Maghrib berjamaah.

Setelah sholat maghrib, kami menuju ke meja resepsionis mengambil kunci kamar untuk bermalam. Setelah mandi dan rehat sebentar, kami makan malam. Ada tugas yang belum kami kerjakan, pesan tiket pulang untuk esok hari. Kami putuskan untuk memesan tiket melalui online. Karena mendadak, penerbangan ke Malang hampir habis kalaupun ada harganya mahal 1,5 juta ke atas. Akhirnya kami putuskan untuk memesan tiket ke Surabaya dan pesawat Citilink jam 13.40 WIB yang kami pilih dengan harga yang lumayan murah.

Esok harinya setelah mandi dan sarapan, kami langsung check out. Kami putuskan untuk langsung menuju terminal DAMRI dengan naik angkot dan kemudian mencari oleh-oleh khas Bogor di sekitar terminal. Karena sudah berat dengan barang bawaan, kami tidak jadi jalan-jalan ke kampus IPB dan hanya menunggu bus jam 11.00 WIB ke bandara. Tiba di bandara pukul sekitar 13.00 WIB, dan tak lama menunggu, kami langsung terbang ke Surabaya. Tiba di bandara Juanda sekitar pukul 15.00 WIB, kami langsung mencari kendaraan menuju Malang. Alhamdulillah, kami tiba di kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebelum Isya’ sekitar pukul 18.30 WIB dan mampir ke kantor sebentar untuk kemudian pulang.

One thought on “Perjalanan (Dinas) ke Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *